Pentingnya rambu-rambu dalam berteologi sehingga seseorang tidak offside, terjebak dalam pemikirannya sendiri, sehingga akhirnya bingung sendiri mengenai siapa itu Yesus.
Pengakuan Iman Nikea itu adalah rambu-rambu yang disepakati oleh para teolog-teolog zaman dahulu untuk menentukan iman Kristen yang benar sehingga seseorang tidak melenceng dari rambu tersebut.
Semua gereja, apa pun denominasinya saat ini, harus setuju dengan butir-butir yang ada di dalam Pengakuan Iman Nikea. Semua yang tertulis di Pengakuan Iman Nikea itu harus disetujui oleh Katolik, Protestan, Ortodoks, Karismatik, Pentakosta, dll.
Pengakuan Iman Nikea inilah yang menyatukan seluruh denominasi.
Harus kita akui, setiap denominasi pasti punya perbedaan minor soal-soal teologi-teologi minor, misal Perjamuan Kudus, Baptisan, Makanan Haram, dll. Nah, isu-isu minor ini umumnya masih ditoleransi dan dimaklumi oleh sesama denominasi. Namun, yang menyatukan mereka semuanya adalah Pengakuan Iman Nikea. Selama gereja tersebut mengakui Pengakuan Iman Nikea dan tidak mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan Pengakuan Iman Nikea, maka gereja-gereja lain pasti bisa mentolerir anda.
Namun, jika sudah menyangkut apa yang tertulis di Pengakuan Iman Nikea dan menyangkalnya, maka siap-siap saja reaksi yang datang itu akan besar.
Butir-butir di Pengakuan Iman Nikea sangat krusial, bukan isu minor, sehingga jika disangkal, maka jujur saja, itu sudah bukan Iman Kristen lagi.
Kehebohan timbul ketika ada pembicara yang mengatakan bahwa Yesus itu bukan Terang, Bapa-lah yang Terang, Yesus bukan.
Ini keliru total dan tidak benar berdasarkan Pengakuan Iman Nikea.
Pengakuan Iman Nikea jelas mengatakan seperti ini:
"Terang yang Keluar dari Terang, Theos yang benar yang keluar dari Theos yang benar"
Yunani: φῶς ἐκ φωτός, Θεὸν ἀληθινὸν ἐκ Θεοῦ ἀληθινοῦ
Transliterasi: Phos Ek Photos, Theon Alethinon Ek Theou AlethinouPengakuan Iman Nikea, Terjemahan Literal
Jadi, Yesus adalah Theos yang keluar dari Bapa, dan karena Bapa adalah Terang, maka Yesus juga adalah Terang yang keluar dari Sang Terang tersebut.
Karena Yesus adalah Terang yang keluar dari Terang, maka Yesus memiliki hakekat Bapa, yaitu hakekat Theos. Makanya di dalam Pengakuan Iman Nikea, Yesus dikatakan sehakekat dengan Bapa.
"Sehakekat dengan Bapa, melalui Dia, segala sesuatu ada"
Yunani: ὁμοούσιον τῷ Πατρί, δι' οὗ τὰ πάντα ἐγένετο
Transliterasi: Homoousion To Patri, Di Hou Ta Panta EgenetoPengakuan Iman Nikea, Terjemahan Literal
Butir-butir di dalam Pengakuan Iman Nikea ini tidak bisa ditawar-tawar di dalam Iman Kristen, ini bukan isu minor seperti makan babi, baptisan, bahasa roh atau perjamuan kudus yang bisa ditolerir oleh denominasi lain, tapi ini doktrin krusial yang tak bisa ditawar di mana jika anda menyangkalnya, maka jangan heran, banyak orang Kristen akan bereaksi.







0 Comment:
Posting Komentar