Dalam salah satu seri pengajaran terbarunya, diajarkan bahwa istilah "homoousios ὁμοούσιος" tidak ada di dalam Alkitab sehingga hal ini menjadi dasar pembenaran bagi beliau untuk tidak setuju bahwa Yesus itu "homoousios ὁμοούσιος" atau "hakekatnya sama" dengan Allah Bapa.
Jadi karena istilah "homoousios ὁμοούσιος" ini tidak ada di dalam Alkitab, maka menjadi dasar pembenaran bagi beliau bahwa pandangannya soal Yesus tidak "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa menjadi benar.
Lalu benarkah istilah "homoousios ὁμοούσιος" tidak ada di dalam Alkitab?
Jawabannya benar, istilah "homoousios ὁμοούσιος" itu tidak ada di dalam Alkitab.
Lalu, kalau tidak ada di dalam Alkitab, kenapa istilah "homoousios ὁμοούσιος" ada di dalam pengakuan Iman Nikea??
Kita harus belajar sejarah sehingga tidak gegabah dalam mengambil kesimpulan. Yang pertama kali bikin ribut dulu adalah Arius soal "homoousios ὁμοούσιος" ini.
Lho kok bisa? Karena Arius dalam ajarannya dan buku-bukunya, terus menerus menentang natur Yesus yang adalah Theos, Arius mati-matian menentang bahwa "ousia ουσία" Yesus adalah Theos. Makanya, dalam bukunya, Arius terus mengatakan hal seperti ini:
"Dan Dia (Yesus) tidak setara, dan tidak juga "BERHAKEKAT SAMA" dengan-Nya (Allah Bapa)"
Yunani: οὐδὲ γάρ ἐστιν ἴσος, ἀλλ’ οὐδὲ ὁμοούσιος αὐτῷ.
Transliterasi: Oude Gar Estin Isos, All' Oude Homoousios Auto
Arius, Thalia, Terjemahan Literal
Jadi yang pertama kali bikin kehebohan soal istilah "homoousios ὁμοούσιος" ini adalah Arius, bukan Bapa-Bapa Gereja. Jadi ceritanya, bukan Bapa Gereja yang menetapkan istilah "homoousios ὁμοούσιος" dulu, baru menyatakan Arius sesat, bukan ini ceritanya, tetapi Atius dulu yang ngotod Yesus tidak "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa, barulah Bapa-Bapa Gereja merumuskan "homoousios ὁμοούσιος" di dalam Pengakuan Iman Nikea.
Karena hebohnya ajaran Arius yang ngotod mengatakan bahwa Yesus tidak "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa, maka timbullah kehebohan di Aleksandria. Kehebohannya itu terlalu heboh sampai-sampai Kaisar Konstantin harus memanggil semua uskup untuk datang ke Nikea untuk membahas pengajaran Arius soal Yesus yang tidak "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa.
Di konsili itu, Arius menyatakan pandangannya di depan orang banyak bahwa Yesus tidak "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa, dan di sinilah kehebohan makin menggila karena hampir mayoritas hadirin tidak setuju dengan pernyataan Arius itu.
Dan endingnya, Arius dinyatakan sesat di Konsili Nikea itu.
Nah setelah itu, tentunya para hadirin harus merumuskan pengakuan Iman Kristen yang sifatnya Universal agar kisah Arius tidak terulang lagi. Makanya, di Pengakuan Iman Nikea dirumuskan bahwa Yesus itu "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa.
Lho kok gitu? Ya jelas donk, namanya mengimani sesuatu, kita harus bisa menjelaskan. Dengan mengimani Yesus dan menjadi Kristen, maka kita harus bisa menjelaskan dengan jelas, sebenarnya iman Kristen itu apa dan Pengakuan Iman Nikea ini adalah standar bagi seluruh gereja di dunia saat ini. Mereka yang tidak mengakui Pengakuan Iman Nikea, ya status keimanan anda itu setara dengan sekte Saksi Yehovah.
Makanya, kalau anda tanya kepada Saksi Yehovah atau bahkan Muslim, mereka pasti setuju dengan pandagan GSKI soal Yesus. Ya, jujur aja, itu bukan iman kristen yang diajarkan GSKI. Kalau anda Kristen, pasti tidak akan setuju dengan pernyataan GSKI yang bilang Yesus tidak "homoousios ὁμοούσιος" dengan Allah Bapa
Lalu, apakah istilah "homoousios ὁμοούσιος" salah karena tidak ada di dalam Alkitab?
Begini, namanya keimanan, ketika kita percaya kepada Yesus, maka kita harus tahu sebenarnya Yesus itu apa dan siapa dan termasuk juga naturnya kita harus tahu dengan benar.
Para Bapa-Bapa Gereja tidak sembarangan ketika mengatakan bahwa Yesus itu "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa, tentunya ini berdasarkan data dan argumen yang valid yang telah disimpulkan.
Datanya dari mana? Salah satu datanya itu ada di Yohanes 3:16
"Sebab demikianlah Theos mengasihi dunia, sehingga Anak-Nya yang Monogenes, Dia berikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-nya, tidak binasa, tetapi dia memiliki hidup yang kekal"
Yunani: Οὕτως γὰρ ἠγάπησεν ὁ θεὸς τὸν κόσμον, ὥστε τὸν υἱὸν αὐτοῦ τὸν μονογενῆ ἔδωκεν, ἵνα πᾶς ὁ πιστεύων εἰς αὐτὸν μὴ ἀπόληται, ἀλλ᾽ ἔχῃ ζωὴν αἰώνιον.
Transliterasi: Houtos Gar Egapesen Ho Theos Ton Kosmon, Hoste Ton Huion Autu Ton Monogene Edoken, Hina Pas Ho Pisteuon Eis Auton Me Apoletai, All Ekhe Zoen Aionion
Yohanes 3:16, Teks Byzantium, Terjemahan Literal
jadi, di Alkitab, hanya Yesus yang mendapatkan gelar "monogenes μονογενής".
Tentunya, setelah Bapa-Bapa Gereja tahu identitas Yesus adalah "monogenes μονογενής", maka adalah hal wajar jika mereka dan juga termasuk kita pasti mempertanyakan, jika Allah Bapa memperanakkan/ Melahirkan Anak, apakah natur Anak itu? Apakah "ousia ουσία" dari Anak itu? Orang bodoh pun pasti gampang menarik kesimpulan, sudah pasti jika Anak yang diperanakkan oleh Allah, maka "ousia ουσία" nya juga sudah pasti "theos θεός" juga.. Jadi karena Yesus adalah "monogenes μονογενής"-nya Allah Bapa, maka itu berarti "ousia ουσία (Hakekat)"-nya Yesus adalah "theos θεός" juga.
Itu sebabnya dikatakan dalam Yohanes 1:1, jelas tertulis bahwa "Logos itu adalah seorang Theos (theos hen ho logos θεὸς ἦν ὁ λόγος)" Jika Logos itu juga jelas Theos juga, maka tidak sulit untuk menyimpulkan bahwa Yesus itu "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa.
Jadi meskipun istilah "homoousios ὁμοούσιος" itu tidak ada di dalam Alkitab, tapi itu dapat disimpulkan dengan mudah berdasarkan data-data yang ada di dalam Alkitab dan lagipula, yang cari ulah terlebih dahulu itu adalah Arius, bukan Bapa-Bapa Gereja mengenai "homoousios ὁμοούσιος" ini. Dewasa ini, ajaran Arius kembali menjelma dan muncul lagi, inti ajarannya sama, tapi bungkusnya saja yang berbeda.
Ajaran-ajaran yang dibawa GSKI saat ini itu banyak sekali yang mirip dengan ajaran Arius, misalnya, Arius menulis begini:
"Demikianlah ada Tiga untuk kemuliaan yang tidak sama"
Yunani: Ἤγουν Τριάς ἐστι δόξαις οὐχ ὁμοίαις·
Transliterasi: Hegoun Trias Esti Doxais Oukh Homoiais
Arius, Thalia, Terjemahan Literal
Ini bukanlah ajaran baru, apa anda pikir kebetulan beliau mengajarkan hal yang sama?
Arius juga mengatakan bahwa ada masa di mana Anak itu tidak ada di dalam waktu:
"Kita menyembah Dia (Bapa) sebagai yang tak berwaktu, karena Dia (Yesus) baru ada di dalam waktu"
Yunani: ἀΐδιον δὲ αὐτὸν σέβομεν διὰ τὸν ἐν χρόνῷ γεγαότα.
Transliterasi: Aidion De Auton Sebomen Dia Ton En Khrono Gegaota
Arius, Thalia, Terjemahan Literal
Menurut anda, apakah ini kebetulan kalau pengajaran beliau dan Arius ini sama??
Ini sebenarnya semuanya hanyalah sampah-sampah gereja masa lalu yang datang kembali dengan bungkus yang berbeda.
Yang saya aneh, pengikutnya sama sekali tidak sadar atau sama sekali tidak ada tanda-tanda untuk bersikap kritis, malah tepuk tangan ketika Yesus dikatakan tidak sehakekat dengan Bapa , entah memang mereka itu polos atau memang jangan-jangan sudah memantapkan hati untuk berdiri setara dengan keimanan Saksi Yehovah.
Jika anda bertanya saat ini kepada pengikut Saksi Yehovah, mereka pasti akan mengamini dan setuju dengan ajaran beliau bahwa Yesus tidak "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa.
Namun, kalau anda tanya kepada seorang Kristen dan menyatakan bahwa Yesus tidak "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa, mereka pasti tidak akan setuju dengan statement ini.
Yang aneh itu, ada yang ngaku Kristen, tapi tepuk tangan ketika dikatakan Yesus tidak "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa.







0 Comment:
Posting Komentar