Iseng-iseng browsing random di Facebook, entah kenapa langsung bisa nyasar ke banyak postingan-postingan yang mengkritisi ajaran pendeta Erastus Sabdono dari GSKI terbaru yang mengajarkan bahwa Yesus bukanlah Logos yang berinkarnasi jadi manusia dan Yesus sendiri baru jadi Tuhan setalah dibangkitkan.
Padahal sudah cukup lama, bertahun-tahun malah, tak tertarik melihat postingan-postingan teologi dan juga perdebatan-perdebatan teologi di Facebook dan Youtube, entah kenapa semalam nongol tiba-tiba saat browsing random.
Postingan youtubenya berasal dari sini >https://www.youtube.com/watch?v=xprvZo3KkRQ, dan saya coba kutip pernyataan dari menit 1.02.56 yang berbunyi seperti:
"Jadi Memra dijadikan pengganti sebutan Yahweh dan sudah menjadi hal yang umum, dengan demikian mestinya kata Logos yang adalah terjemahan kata Memra, sudah mengacu pada Yahweh, tapi masalahnya kemudian para teolog khususnya di bad ke ke-3 dan ke-4, mempercayai bahwa Firman itu menjelma, Logos itu menjelma menjadi manusia, dan itu menjadi dasar keyakinan yang diturunkan dari generasi ke generasi. Seperti yang tadi saya katakan, bahasa Aram yang digunakan sehari-hari oleh Yahudi di Palestina"
1.09.20
"Kalau Yesus dikatakan menjelma menjadi manusia, maksud saya Logos menjelma menjadi manusia, Yesus itu penjelmaan dari Logos, itu tidak benar dan harus dikoreksi dengan cerdas dan teliti membaca Alkitab teks per teks, tanpa terbelenggu oleh premis-premis tertentu. Tadi bicara-bicara dengan sahabat-sahabt GSKI Rehobot Kebun jeruk sebelum saya memimpin doa, lalu disampaikan bahwa, pengajaran ini sudah lama dipahami orang demikian. Lalu mengenai Alfa Omega, selama ini orang beranggapan bahwa Alfa Omega itu Yesus, padahal bukan, Alfa Omega itu Bapa."
Intinya, jika kita menonton video dan argumennya, beliau ingin mengatakan bahwa bahwa Yesus bukanlah Logos yang berinkarnasi jadi manusia dan Yesus baru jadi Tuhan setelah kebangkitan-Nya. Bahkan, di video tersebut pak Erastus Sabdono sampai harus mentarik buku Tritunggalnya dari peredaran karena beliau merasa sudah mendapatkan pencerahan baru sehingga apa yang beliau tulis dulu soal Tritunggal, harus dirombak lagi dari fondasinya karena beliau sudah mendapatkan pencerahan baru bahwa Yesus bukanlah Logos yang berinkarnasi jadi manusia, dan Yesus baru jadi Tuhan setelah kebangkitannya.
Dalam hal ini, sebenarnya sah-sah saja seseorang beropini, hanya saja hal itu jadi bermasalah kalau pak Erastus tidak menganggap itu opini, tetapi hasil pencerahan Roh Kudus. Dengan mengatakan bahwa pemahaman ini berasal dari Roh Kudus, maka seakan-akan benteng sudah dibentuk sehingga mereka yang tidak setuju bahwa Yesus bukan inkarnasi Logos, maka menentang Roh Kudus.
Sayang sekali juga, bahwa dibangun benteng lain juga bahwa mereka yang tidak setuju dengan pandangannya bahwa Yesus bukanlah inkarnasi Logos, itu sudah dicap memiliki premis-premis dasar salah dalam membuat kesimpulan.
Sayangnya harus dikatakan seperti itu. Padahal kalau hanya beropini tanpa membawa embel-embel Roh Kudus dan premis, ya tidak apa-apa. Namanya juga hanya opini, tetapi ketika sudah dibentengi bahwa ini dari Roh Kudus dan bukan berdasarkan premis yang salah, maka itu sama saja sudah mengklaim bahwa pemahaman kita sudah paling benar, dan yang tak setuju dianggap tak berlogika dan memiliki banyak premis-premis dan melawan pemahaman Roh Kudus.
Pemahaman Yesus adalah inkarnasi Logos, bukanlah berdasarkan premis. Namun, benar-benar berdasarkan data yang dikumpulkan, dan baru disimpulkan berdasarkan data yang ada Kita buang dulu frase-frase "ini pemahaman Roh Kudus" dan bla-bla-bla, tetapi kita berfokus pada data.
Jadi kita coba menganalisa data
Dalam hal ini, sebenarnya sah-sah saja seseorang beropini, hanya saja hal itu jadi bermasalah kalau pak Erastus tidak menganggap itu opini, tetapi hasil pencerahan Roh Kudus. Dengan mengatakan bahwa pemahaman ini berasal dari Roh Kudus, maka seakan-akan benteng sudah dibentuk sehingga mereka yang tidak setuju bahwa Yesus bukan inkarnasi Logos, maka menentang Roh Kudus.
Sayang sekali juga, bahwa dibangun benteng lain juga bahwa mereka yang tidak setuju dengan pandangannya bahwa Yesus bukanlah inkarnasi Logos, itu sudah dicap memiliki premis-premis dasar salah dalam membuat kesimpulan.
Sayangnya harus dikatakan seperti itu. Padahal kalau hanya beropini tanpa membawa embel-embel Roh Kudus dan premis, ya tidak apa-apa. Namanya juga hanya opini, tetapi ketika sudah dibentengi bahwa ini dari Roh Kudus dan bukan berdasarkan premis yang salah, maka itu sama saja sudah mengklaim bahwa pemahaman kita sudah paling benar, dan yang tak setuju dianggap tak berlogika dan memiliki banyak premis-premis dan melawan pemahaman Roh Kudus.
Pemahaman Yesus adalah inkarnasi Logos, bukanlah berdasarkan premis. Namun, benar-benar berdasarkan data yang dikumpulkan, dan baru disimpulkan berdasarkan data yang ada Kita buang dulu frase-frase "ini pemahaman Roh Kudus" dan bla-bla-bla, tetapi kita berfokus pada data.
Jadi kita coba menganalisa data
1. Apakah Yesus Sudah Ada Sebelum Penciptaan?
"Dan Dia ada sebelum segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam dia"
Yunani: καὶ αὐτός ἐστιν πρὸ πάντων, καὶ τὰ πάντα ἐν αὐτῷ συνέστηκεν
Transliterasi:kai autos estin pro panton, kai ta panta en auto synesteken
Kolose 1:17, Teks Byzantium, Terjemahan Literal
Dari Kolose 1:17 di atas, sudah tertulis bahwa Yesus sudah ada sebelum segala sesuatu. Kenapa? Karena kronologinya adalah sebelum penciptaan dunia, yang terjadi adalah Yesus diperanakkan dari Bapa sebagai Anak dan juga sebagai Logos, barulah setelah itu Bapa dan Yesus sama-sama menciptakan dunia. Itu sebabnya di dalam Yohanes 1:1 berkata seperti ini
"Pada mulanya adalah Logos, dan Logos bersama-sama dengan Theos, dan Logos itu adalah seorang Theos.
Dia bersama-sama dengan Theos pada mulanya.
Segala sesuatu dijadikan melalui dia, dan tanpa dia, tidak ada satu pun yang telah ada dijadikan"
Yunani: Ἐν ἀρχῇ ἦν ὁ λόγος, καὶ ὁ λόγος ἦν πρὸς τὸν θεόν, καὶ θεὸς ἦν ὁ λόγος.
οὗτος ἦν ἐν ἀρχῇ πρὸς τὸν θεόν.
πάντα δι᾽ αὐτοῦ ἐγένετο, καὶ χωρὶς αὐτοῦ ἐγένετο οὐδὲ ἕν. ὃ γέγονεν
Transliterasi:En Arkhe Hen Ho Logos, Kai Ho Logos Hen Pros Ton Theon, Kai Theos Hen Ho Logos
Houtos Hen En Arkhen Pros Ton Theon
Panta Di; Autou Egeneto, Kai Khoris Autou Egeneto Houde Hen, Ho Gegonen
Yohanes 1:1-3, Teks Byzantium, Terjemahan Literal
Yesus itu Anak yang dilahirkan Bapa sebelum penciptaan dunia, jadi pada awalnya, Anak sudah ada bersama-sama dengan Bapa dan Anak itu juga seorang Theos, bukan hanya Bapa yang Theos. Jadi adalah keliru jika berasumsi bahwa Yesus baru jadi Tuhan setelah kebangkitannya
Makanya pengakuan iman Nikea berkata:
"Dan kepada satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Allah yang Tunggal, dilahirkan dari Bapa sebelum segala zaman"
Yunani: Καὶ εἰς ἕνα Κύριον Ἰησοῦν Χριστόν, τὸν Υἱὸν τοῦ Θεοῦ τὸν μονογενῆ, τὸν ἐκ τοῦ Πατρὸς γεννηθέντα πρὸ πάντων τῶν αἰώνων·
Transliterasi: Kai Hei Hena Kyrion Yesoun Khriston, Ton Hwiontou Theou Ton Monogene, Ton Ek Tou Patros Gennethenta Pro Panton Ton Aionon
Pengakuan Iman Nikea, Terjemahan Literal
Pengakuan Iman Nikea di atas berkata bahwa Yesus adalah "Dilahirkan dari Bapa sebelum segala zaman (ton ek tou patros gennethenta pro panton ton aionon τὸν ἐκ τοῦ Πατρὸς γεννηθέντα πρὸ πάντων τῶν αἰώνων·)", itu artinya Yesus dari awal memang sudah ada.
Jadi pengakuan Iman Nikea ini ada bukan karena premis, tetapi pengakuan iman Nikea murni merupakan hasil kesimpulan dari data-data yang sudah dikumpulkan oleh teolog-teolog zaman dulu.
Namun sayangnya, pak Erastus justru ingin mengatakan bahwa pengakuan Iman Nikea itu hanya berdasarkan premis-premis atau asumsi yang tak berdasar yang harus dikoreksi.
Berdasarkan data yang ada, jelas, kesimpulan yang tepat adalah Yesus dilahirkan dari Bapa sebelum segala zaman dan Yesus dari awal juga sudah memang seorang Theos. Jadi, keliru mengatakan berdasarkan datan Alkitab sendiri yang mengatakan bahwa Yesus baru jadi Tuhan setelah kebangkitan-nya.
Jadi pengakuan Iman Nikea ini ada bukan karena premis, tetapi pengakuan iman Nikea murni merupakan hasil kesimpulan dari data-data yang sudah dikumpulkan oleh teolog-teolog zaman dulu.
Namun sayangnya, pak Erastus justru ingin mengatakan bahwa pengakuan Iman Nikea itu hanya berdasarkan premis-premis atau asumsi yang tak berdasar yang harus dikoreksi.
Berdasarkan data yang ada, jelas, kesimpulan yang tepat adalah Yesus dilahirkan dari Bapa sebelum segala zaman dan Yesus dari awal juga sudah memang seorang Theos. Jadi, keliru mengatakan berdasarkan datan Alkitab sendiri yang mengatakan bahwa Yesus baru jadi Tuhan setelah kebangkitan-nya.
2. Yesus Bukanlah Logos yang Berinkarnasi yang Jadi Manusia?
Jujur, ini pernyataan yang terlalu berani. Kenapa? Karena kalau anda cari datanya di Alkitab, yang tertulis justru Logos itu menjadi manusia"Dan Logos itu menjadi daging dan Dia tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, Kemuliaan sebagai Anak Sulung yang bersama-sama dengan Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."
Yunani: Καὶ ὁ λόγος σὰρξ ἐγένετο καὶ ἐσκήνωσεν ἐν ἡμῖν, καὶ ἐθεασάμεθα τὴν δόξαν αὐτοῦ, δόξαν ὡς μονογενοῦς παρὰ πατρός, πλήρης χάριτος καὶ ἀληθείας.
Transliterasi: Kai Ho Logos Sarx Egeneto Kai Eskenosen Hen Hemin, Kai Hetheasametha Ten Doxan Autou, Doxan Hos Monogenous Para Patros, Pleres Kharitos Kai Aletheias
Yohanes 1:14, Teks Byzantium, Terjemahan Literal
Sebenarnya dari ayat di atas, sudah tertulis jelas bahwa "Logos telah menjadi manusia (ho logos sarx egeneto ὁ λόγος σὰρξ ἐγένετο)". Ini ayat yang sudah jelas tertulis, bukan premis.
Ketika pengakuan Iman Nikea berkata, "dan dia dijadikan daging oleh Roh Kudus dan dari perawan Maria dan telah menjadi manusia (καὶ σαρκωθέντα ἐκ Πνεύματος Ἁγίου καὶ Μαρίας τῆς Παρθένου καὶ ἐνανθρωπήσαντα.)", ini bukanlah sebuah premis, tetapi benar-benar sebuah kesimpulan yang didapat setelah menganalisa data-data yang ada.
Jadi para teolog sama sekali tidak berpremis liar ketika mengatakan Logos berinkarnasi menjadi manusia, tetapi itu memang hasil deduksi yang mereka dapatkan setelah menganalisa data-data yang ada.
Sangat aneh jika pak Erastus Sabdono justru mengatakan bahwa pengakuan Iman Nikea, dan mereka yang percaya bahwa Yesus adalah Logos yang berinkarnasi menjadi manusia, adalah orang-orang yang belum mendapatkan pencerahan dari Roh Kudus dan orang-orang yang hanya berpremis tak berdasar.
Untuk yang membaca tulisan saya ini, tidak usah baperan karena saya juga tidak mengatakan pak Erastus Sabdono itu sesat seperti yang dilakukan rekan-rekan Protestan dan Katolik, dll tetapi tulisan ini murni hanya bentuk opini saya terhadap apa yang beliau ajarkan yang tentunya menurut saya, amat disayangkan jika menggebu-gebu mengatakan bahwa kita yang percaya bahwa Yesus dari dulu sudah Tuhan sebelum jadi manusia dan kita yang percaya bahwa Yesus adalah Logos yang menjadi manusia sebagai orang-orang yang belum mendapatkan pencerahan Roh Kudus dan hanya berpremis tak berdasar.
Tulisan ini dibuat bukan karena merasa paling benar daripada yang lainnya, tulisan ini hanya ingin menyanggah bahwa kita yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan sejak awal dan Yesus adalah Logos yang menjadi manusia, kami mendapatkan pemahaman itu bukan berdasarkan premis tak berdasar yang tak bisa dijelaskan, tetapi sebaliknya, kami memahami itu setelah mengumpulkan data dan mendeduksinya kepada sebuah kesimpulan, Yesus adalah Anak Bapa, Yesus juga Allah sejak awal, dan Yesus adalah Logos yang berinkarnasi menjadi manusia.
Ketika pengakuan Iman Nikea berkata, "dan dia dijadikan daging oleh Roh Kudus dan dari perawan Maria dan telah menjadi manusia (καὶ σαρκωθέντα ἐκ Πνεύματος Ἁγίου καὶ Μαρίας τῆς Παρθένου καὶ ἐνανθρωπήσαντα.)", ini bukanlah sebuah premis, tetapi benar-benar sebuah kesimpulan yang didapat setelah menganalisa data-data yang ada.
Jadi para teolog sama sekali tidak berpremis liar ketika mengatakan Logos berinkarnasi menjadi manusia, tetapi itu memang hasil deduksi yang mereka dapatkan setelah menganalisa data-data yang ada.
Sangat aneh jika pak Erastus Sabdono justru mengatakan bahwa pengakuan Iman Nikea, dan mereka yang percaya bahwa Yesus adalah Logos yang berinkarnasi menjadi manusia, adalah orang-orang yang belum mendapatkan pencerahan dari Roh Kudus dan orang-orang yang hanya berpremis tak berdasar.
Untuk yang membaca tulisan saya ini, tidak usah baperan karena saya juga tidak mengatakan pak Erastus Sabdono itu sesat seperti yang dilakukan rekan-rekan Protestan dan Katolik, dll tetapi tulisan ini murni hanya bentuk opini saya terhadap apa yang beliau ajarkan yang tentunya menurut saya, amat disayangkan jika menggebu-gebu mengatakan bahwa kita yang percaya bahwa Yesus dari dulu sudah Tuhan sebelum jadi manusia dan kita yang percaya bahwa Yesus adalah Logos yang menjadi manusia sebagai orang-orang yang belum mendapatkan pencerahan Roh Kudus dan hanya berpremis tak berdasar.
Tulisan ini dibuat bukan karena merasa paling benar daripada yang lainnya, tulisan ini hanya ingin menyanggah bahwa kita yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan sejak awal dan Yesus adalah Logos yang menjadi manusia, kami mendapatkan pemahaman itu bukan berdasarkan premis tak berdasar yang tak bisa dijelaskan, tetapi sebaliknya, kami memahami itu setelah mengumpulkan data dan mendeduksinya kepada sebuah kesimpulan, Yesus adalah Anak Bapa, Yesus juga Allah sejak awal, dan Yesus adalah Logos yang berinkarnasi menjadi manusia.







0 Comment:
Posting Komentar