Kaum unitarian adalah kaum yang terjebak dalam pemikiran mereka sendiri mengenai Allah yang "Ekhad אחד (Esa)" sehingga mereka mengira bahwa Allah yang "Ekhad אחד (Esa)" itu haruslah satu pribadi, padahal tidak.
Kaum Unitarian itu adalah kaum yang meyakini bahwa Allah itu hanya satu pribadi dan karena menurut mereka hanya Bapa yang disebut Allah, maka Yesus sudah pasti bukanlah Allah. Itu sebabnya, mereka menentang konsep bahwa Yesus adalah Allah atau Yesus adalah Theos, itu tidak masuk di logika mereka.
Siapa saja kaum Unitarian itu? Arius dikenal sebagai bapak Unitarian karena bisa dibilang dialah yang pertama kali menciptakan kehebohan soal Yesus bukanlah Theos.
Saksi Yehovah juga termasuk golongan Unitarian karena memang itulah yang diajarkan Saksi Yehovah yang terus menerus menentang keilahian Yesus dan mengajarkan kepada anda untuk berpusat pada Yehovah saja, bukan pada Yesus.
Beberapa kaum Mesianik juga terindikasi menganut paham Unitarian.
Terbaru ini, golongan Unitarian terbaru ini adalah GSKI, yang jelas-jelas foundernya sudah menyatakan diri menentang Pengakuan Iman Nikea, menentang konsep Yesus sebagai Theos dan beliau berkata yang Allah hanyalah Yahweh, bukan Yesus.
Keempat golongan di atas itu adalah contoh paham Unitarian. Mereka bisa menghasilkan kesimpulan bahwa Yesus bukanlahn Theos karena mereka terjebak dengan kata "Ekhad אחד (Esa)" yang menurut mereka harus Satu Pribadi, tidak boleh lebih. Padahal, kata "Ekhad אחד (Esa)" di dalam Alkitab Bahasa Ibrani justru memperbolehkan konsep adanya lebih dari Satu Pribadi. Saya sudah menjelaskan konsep kata "Ekhad אחד (Esa)" ini di artikel saya sebelumnya.
Sekarang, kita berfokus untuk menguak identitas Yesus.
Siapakah Yesus itu? Benarkah Yesus bukan Theos seperti yang dituduhkan oleh kaum Unitarian??
Argumen kaum Unitarian memiliki banyak kelemahan, misalnya, kalau Yesus bukan Theos dan juga bukan Bapa, kenapa Yesus pernah berkata barangsiapa melihat Aku, orang itu telah melihat Bapa (Yoh. 14:9)?
Di sinilah masalah yang harusnya dipecahkan, bukannya malah membangun teologi yang hanya berdasarkan data yang sepotong-sepotong dan akhirnya hanya menghasilkan asumsi liar yang tak berdasar yang anehnya malah diklaim sebagai kebenaran.
Yesus jelas berkata bahwa barangsiapa telah melihat Yesus, maka orang itu sudah melihat Bapa sendiri. Nah, bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Inilah yang harus kita pecahkan.
Dalam Ibrani 1:3, tertulis seperti ini:
"Dia yang adalah Cahaya Kemuliaan dan Karakter Hipostasis-Nya, menopang segala sesuatu dengan perkataan kuasa-Nya, setelah melakukan penebusan dosa, Dia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar di Sorga"
Yunani: ὃς ὢν ἀπαύγασμα τῆς δόξης καὶ χαρακτὴρ τῆς ὑποστάσεως αὐτοῦ, φέρων τε τὰ πάντα τῷ ῥήματι τῆς δυνάμεως αὐτοῦ, δι᾽ ἑαυτοῦ καθαρισμὸν ποιησάμενος τῶν ἁμαρτιῶν ἡμῶν, ἐκάθισεν ἐν δεξιᾷ τῆς μεγαλωσύνης ἐν ὑψηλοῖς,
Transliterasi: Hos On Apagausma Tes Doxes Kai Kharakter Tes Hypostaseos Autou, Pheron Te Panta Two Rhemati Tes Dynaseos Autou, Khatarismon Ton Hamartion Poiesamenos Ekhatisen En Dexia Tes Megalosynes En Hupselos
Ibrani 1:3, Teks Byzantium, Terjemahan Literal
Dalam bahasa Ibrani, frase "Apagausma Tes Doxes ἀπαύγασμα τῆς δόξης (Cahaya Kemuliaan)" Allah adalah "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)".
Dalam bahasa Aram, "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" dikenal sebagai "Yeqara Shekinata deYHWH יקרא שכינתא דייי (Cahaya Kemuliaan YHWH)".
Siapakah "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" atau "Yeqara Shekinata deYHWH יקרא שכינתא דייי (Cahaya Kemuliaan YHWH)" ini? Untungnya, kita punya bukti-bukti tertulis dari tradisi Yudaisme Kuno di dalam Targum Aram mengenai "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" atau "Yeqara Shekinata deYHWH יקרא שכינתא דייי (Cahaya Kemuliaan YHWH)" ini, sehingga kita bisa tahu identitas Yesus berdasarkan tradisi Yudaisme kuno soal "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" ini.
Di dalam keimanan Yudaisme, mereka percaya bahwa YHWH itu "Incorporeal (tidak memiliki tubuh)", sehingga segala upaya untuk mempersonifikasikan YHWH, harus ditolak. Ini prinsip dasar keimanan mereka dari zaman dahulu sampai sekarang.
Hanya saja, konsep "Incorporeal (tidak memiliki tubuh)" ini menimbulkan masalah, karena di dalam Tanakh atau Perjanjian Lama, jelas banyak catatan soal penampakan YHWH dalam wujud manusia sehingga hal inilah yang menimbulkan perdebatan di kalangan rabbi-rabbi Yahudi mengenai penampakan YHWH itu.
Itu sebabnya, di berbagai macam aliran Yudaisme, diciptakan sosok Perantara Spesial yang merupakan perwujudan dari YHWH itu sendiri untuk menyatakan Diri-Nya kepada manusia sehingga barangsiapa melihat Sosok Perantara Spesial ini, maka orang itu sudah melihat YHWH.
Di kalangan Yahudi Hellenistik Yunani, dengan Philo sebagai pelopornya, dikembangkanlah konsep "Logos λόγος (Firman)" di mana "Logos λόγος (Firman)" ini adalah perwujudan dari YHWH sehingga "Logos λόγος (Firman)" ini juga disebut sebagai Theos. Barangsiapa sudah melihat "Logos λόγος (Firman)", dia sudah melihat YHWH.
Di kalangan Yahudi Yudea, Samaria, dan Galilea yang berbahasa Aram, dikembangkanlah konsep "Memra ממרא (Firman)" di mana "Memra ממרא (Firman)" merupakan perwujudan dari YHWH dan "Memra ממרא (Firman)" itu juga Allah. Barangsiapa melihat "Memra ממרא (Firman)", orang itu sudah melihat YHWH. Hanya saja, di dalam konsep masyarakat Yudea, Samaria, dan Galilea, si "Memra ממרא (Firman)" tercatat sering disubsitutasi dengan konsep "Yeqara Shekinata deYHWH יקרא שכינתא דייי (Cahaya Kemuliaan YHWH)" atau yang dalam bahasa Ibrani dikenal sebagai "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)".
Apakah saya ngarang? Tidak, saya akan berikan kepada anda bukti-bukti teks tertulisnya langsung dari bahasa Aramnya Misalnya di dalam Kejadian 11:5
"Dan Cahaya Kemuliaan YHWH menampakkan diri untuk melihat kota dan menara yang anak-anak manusia itu bangun"
Aram: ואתגלית איקר שׁכינתיה דייי למחמי ית קרתא וית מגדלא דבנו בני־אנשׁה
Transliterasi: Weitgeliyt 'Iyqar Shekiynateyh DeYHWH Lemakhmey Yat Qarta Weyat Magdela Devanu Bney-Anashah
Kejadian 11:5, Targum Neofiti, Terjemahan Literal
Bisa dikatakan, si "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" ini adalah perwujudan YHWH ketika YHWH ingin menampakkan diri kepada manusia. Barangsiapa melihat "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)", maka orang itu sudah melihat YHWH sendiri.
Ingat kisah Musa di gunung Horeb? Dalam Targum Neofiti, dijelaskan dengan sangat jelas bahwa yang Musa lihat di dalam semak-semak berapi itu adalah "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)".
"Dan Dia berkata, 'Akulah Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub', dan Musa menyembunyikan wajahnya sebab dia takut untuk melihat Cahaya Kemuliaan YHWH"
Aram: ואמר אנה הוא אלהה דאבוך אלהה דאברהם אלהה דיצחק ואלהה דיעקב ואטמר משׁה אפוי ארום דחל מן למסתכלא באיקר שׁכינתה דייי
Transliterasi: We'emar Anah Hu Elaha Deavukh Elaha Deavraham Elaha Deyitzekhaq We'elaha Deya'aqov We'atmer Mosheh Aphuy Arum Deheil Min Lemistakhela Beiyqar Skehiynatah DeYHWH
Keluaran 3:6, Targum Neofiti, Terjemahan Literal
Jadi, konsep "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" ini adalah konsep Yudaisme kuno sendiri yang tertulis jelas di dalam Targum Aram.
Nah, lalu kenapa penulis kitab Ibrani justru menyematkan gelar "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" ini kepada Yesus? Kita harus tahu bahwa penulis kitab Ibrani diduga adalah seorang Yahudi yang sangat jenius yang tahu konsep-konsep teologi Yudaisme kuno, termasuk soal "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" ini.
Uniknya, dia justru menyematkan gelar "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" kepada Yesus. Itu artinya, penulis kitab Ibrani ini tahu benar bahwa Yesus adalah "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" yang menampakkan diri di dalam Tanakh atau Perjanjian Lama.
Jadi, Yesus adalah "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" di mana siapa pun yang melihat Yesus, sang Zohar, maka orang itu sudah melihat YHWH itu sendiri.
Makanya Yesus berani ngomong di dalam Yohanes 14:9 bahwa barangsiapa melihat Yesus, orang itu sudah melihat Bapa.
Konsep "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" ini adalah konsep Yudaisme kuno dan bukan kebetulan Perjanjian Baru mencatat dengan sangat jelas bahwa Yesus-lah Sang "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)".
Artikel ini ditulis untuk menjawab tuduhan tak berdasar dari beberapa oknum belakangan ini yang menuduh bahwa Yesus bukan Theos, Yesus bukan YHWH, dll, terutama dari founder GSKI yang saat ini gencar mengajarkan bahwa Yesus bukan YHWH.
Sebaliknya, dari data sejarah ini dan bukti-bukti tertulis, justru tertulis jelas bahwa Yesus adalah perwujudan dari YHWH dan Dia adalah "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)".
Yesus sudah ada sebelum penciptaan dan Yesus juga yang terlibat di dalam penciptaan bersama-sama dengan Bapa.
Yesus adalah bagian dari YHWH, atau lebih tepatnya, Bapa, Yesus, dan Roh Kudus adalah YHWH.
Sangat miris sekali kalau kita melihat kaum Unitarian ini terus menerus mendistorsi Alkitab dan menolak mentah-mentah bahwa Yesus adalah Theos, padahal Alkitab sudah jelas berkata di dalam Yohanes bahwa Logos itu adalah Theos, itu berarti Yesus adalah Theos.







0 Comment:
Posting Komentar